%0 Thesis %9 Bachelor %A Desita Nur Fitri Ana, Ana %A Universitas Bojonegoro, %B Teknik Sipil %D 2026 %F repository:6560 %I Sains dan Teknik %K Keterlambatan waktu, Forensic Schedule Analysis (FSA) , Deviasi, Pareto %T Analisis Forensik Keterlambatan Waktu Menggunakan Metode Forensic Schedule Analysis (Fsa) Dan Teori Pareto (Studi Kasus : Pembangunan Saluran Drainase dan Trotoar Jl. Panglima Polim, Bojonegoro) %U https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6560/ %X Keterlambatan proyek konstruksi dapat menyebabkan penyimpangan terhadap waktu penyelesaian yang telah direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deviasi waktu proyek berdasarkan metode Forensic Schedule Analysis (FSA) dengan membandingkan jadwal rencana (As Planned) dan jadwal aktual (As Built), serta mengetahui pekerjaan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap deviasi durasi keterlambatan pada Proyek Pembangunan Saluran Drainase dan Trotoar Jl. Panglima Polim, Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah Forensic Schedule Analysis (FSA) melalui rekonstruksi dan perbandingan jadwal As Planned dan As Built, kemudian dilanjutkan dengan analisis Teori Pareto untuk mengidentifikasi aktivitas yang memiliki kontribusi terbesar terhadap deviasi durasi. Hasil analisis FSA menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan selama 14 hari kalender dari durasi rencana 75 hari kalender. Proyek yang direncanakan selesai pada 27 Desember 2025 baru menyelesaikan demobilisasi peralatan pada 10 Januari 2026, dengan keterlambatan sebesar 18,7% dari durasi rencana. Hasil analisis Pareto terhadap tiga aktivitas pekerjaan menunjukkan bahwa Pengadaan dan Penanaman Pohon Pule Lingkar berdiameter minimal 50 cm dengan tinggi minimal 3 m serta Pengadaan dan Pemasangan Manhole Fabrikasi masing-masing mengalami penambahan durasi selama 6 hari, dengan kontribusi masing-masing sebesar 43%. Sementara itu, pekerjaan Pemasangan Buis Beton 60 cm mengalami penambahan durasi selama 2 hari, dengan kontribusi sebesar 14%. Kedua pekerjaan pertama memberikan kontribusi kumulatif sebesar 86% terhadap total deviasi durasi ketiga aktivitas yang dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis FSA dapat digunakan untuk mengidentifikasi pergeseran waktu pelaksanaan proyek, sedangkan analisis Pareto membantu menentukan pekerjaan yang perlu diprioritaskan dalam evaluasi dan pengendalian jadwal proyek. %Z 22222011071