eprintid: 6561 rev_number: 38 eprint_status: archive userid: 1755 dir: disk0/00/00/65/61 datestamp: 2026-10-28 03:39:09 lastmod: 2026-10-28 03:39:09 status_changed: 2026-10-28 03:39:09 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Novita Romadhoni, Romadhoni contributors_name: Heri Mulyanti, Mulyanti contributors_name: Oktavianus Cahya Anggara, Anggara corp_creators: Universitas Bojonegoro title: Analisis Sebaran Kekeringan pada Lahan Pertanian di Kecamatan Kepohbaru dan Kecamatan Sumberrejo Menggunakan Metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) ispublished: pub subjects: CS divisions: il keywords: Penginderaan Jauh, Kekeringan Pertanian, NDVI, VCI note: 22252011019 abstract: Variabilitas iklim seperti fenomena El Niño menjadi tantangan tersendiri terhadap kegiatan pertanian di berbagai daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Bojonegoro. Mengingat bahwa kontribusi dan dominasi Kabupaten Bojonegoro termasuk tinggi dalam produksi tanaman pangan seperti padi, membuat penelitian ini perlu dilakukan agar menjadi bahan pertimbangan dalam mitigasi. Berdasarkan data historis, Kecamatan Kepohbaru dan Kecamatan Sumberrejo yang tidak berada di jalur aliran Sungai Bengawan Solo memiliki jumlah produksi tanaman pangan padi tertinggi, namun daerah ini juga termasuk dalam daerah dengan tingkat kekeringan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk mengetahui tingkat kesehatan vegetasi selanjutnya tingkat kekeringan dianalisis menggunakan metode Vegetation Condition Index (VCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran kekeringan di kedua kecamatan memiliki karakteristik mengelompok, dengan pergeseran lokasi dari wilayah barat pada tahun 2019 ke wilayah selatan pada tahun 2023 akibat perbedaan waktu tanam. Pada tahun 2019, kekeringan di Kecamatan Kepohbaru terkonsentrasi di Desa Sugihwaras, Tlogorejo, dan Karangan, sedangkan di Kecamatan Sumberrejo terjadi di Desa Deru, Sumuragung, Ngampal, dan Pekuwon. Pada tahun 2023, kekeringan di Kepohbaru bergeser ke Desa Cengkir, Pejok, dan Kepoh, sementara di Sumberrejo terjadi di Desa Sumberharjo, Kayulemah, Mlinjeng, dan Tlogohaji. Tingkat kekeringan secara keseluruhan meningkat sebesar 23,89%, yang disebabkan oleh perbedaan intensitas fenomena El Niño, di mana tahun 2019 tergolong lemah sedangkan tahun 2023 lebih kuat. Luas kekeringan juga meningkat signifikan dengan total selisih mencapai 14.774.400,00 m²; Kecamatan Kepohbaru mengalami peningkatan luas sebesar 9.384.300,00 m² dan Kecamatan Sumberrejo sebesar 14.735.700,00 m². Penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan intensitas El Niño berpengaruh besar terhadap variabilitas spasial dan luasan kekeringan pertanian, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar bagi kebijakan mitigasi bencana dan penyesuaian pola tanam di wilayah rawan kekeringan. date: 2026-10-06 date_type: published full_text_status: restricted institution: Sains dan Teknik department: Ilmu Lingkungan thesis_type: bachelor thesis_name: sarjana citation: Novita Romadhoni, Romadhoni (2026) Analisis Sebaran Kekeringan pada Lahan Pertanian di Kecamatan Kepohbaru dan Kecamatan Sumberrejo Menggunakan Metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Bachelor thesis, Sains dan Teknik. document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6561/8/ABSTRAK.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6561/2/BAB%20I.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6561/3/BAB%20II.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6561/4/BAB%20III.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6561/5/BAB%20IV.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6561/6/BAB%20V.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6561/7/Lampiran.pdf