Endang, Endang and Hartiningsih Astuti, Astuti and Naora Yolla Greshinta, Greshinta (2026) Laporan Akhir Penelitian Internal Dosen : Analisis Faktor-Faktor Ekonomi Sumber Daya Manusia Terhadap Tingkat Pengangguran Di Negara Asean 5. LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO.
LAPORAN AKHIR PENELITIAN.pdf
Download (569kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Produk Domestik Bruto (PDB) per Kapita, Tingkat Urbanisasi, dan Penggunaan Telepon Seluler terhadap Tingkat Pengangguran di lima negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand) periode 2013–2022. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah fenomena kontradiksi laten di kawasan ASEAN 5, yakni pertumbuhan ekonomi yang pesat tidak diikuti oleh penurunan pengangguran yang proporsional, khususnya di tengah tekanan urbanisasi masif, disrupsi teknologi digital, dan bonus demografi yang belum teroptimalkan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ekonometrika data panel. Total observasi mencakup 50 data (5 negara × 10 tahun) yang bersumber dari World Bank, IMF, dan ASEAN Statistics. Penentuan model terbaik dilakukan melalui Uji Chow dan Uji Hausman yang keduanya menghasilkan nilai probabilitas 0,0000, sehingga Fixed Effect Model (FEM) ditetapkan sebagai model estimasi. Karena terdeteksi heteroskedastisitas dan autokorelasi, estimasi akhir menggunakan prosedur White Period Standard Errors untuk menghasilkan parameter yang robust. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran dengan nilai R-squared sebesar 0,9786. Secara parsial, hanya Tingkat Urbanisasi yang berpengaruh positif dan signifikan (koefisien = 62,09; prob. = 0,0123), sedangkan TPAK, PDB per Kapita, dan Penggunaan Telepon Seluler tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengangguran di ASEAN 5 lebih dominan ditentukan oleh tekanan struktural-spasial urbanisasi dibandingkan variabel makroekonomi konvensional. Penelitian ini memberikan implikasi kebijakan bahwa penanggulangan pengangguran di ASEAN 5 memerlukan pendekatan yang melampaui pertumbuhan ekonomi agregat, yakni melalui kebijakan penataan spasial pembangunan dan desentralisasi pusat pertumbuhan ekonomi.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | Skripsi UNIGORO > Prodi Ekonomi Pembangunan |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Prodi Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | Pustakawan Perpustakaan Unigoro |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 03:47 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 03:47 |
| URI: | https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4986 |
