Malicious Prosecution Sebagai Sarana Pemerasan Pengancaman Pembunuhan Berdasarkan Pasal 482 UU No. 1 Tahun 2023 Ditinjau Dari Asas Due Process Of Law

Bunga Candra kanti, Kanti (2026) Malicious Prosecution Sebagai Sarana Pemerasan Pengancaman Pembunuhan Berdasarkan Pasal 482 UU No. 1 Tahun 2023 Ditinjau Dari Asas Due Process Of Law. Bachelor thesis, Hukum.

[thumbnail of ABSTRAK BUNGA.pdf] Text
ABSTRAK BUNGA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (332kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (475kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (284kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (251kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator yuridis malicious prosecution sebagai bentuk penyalahgunaan proses hukum pidana (abuse of process) yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana pemerasan dalam perkara pengancaman pembunuhan menurut hukum positif Indonesia. Selain itu, penelitian ini mengevaluasi penerapan asas due process of law dalam penanganan perkara tersebut guna menjamin perlindungan hak asasi manusia dan kepastian hukum bagi pihak terlapor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif dengan spesifikasi deskriptif-analitis. Pendekatan masalah dilakukan melalui pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach) secara terbatas. Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer (peraturan perundang-undangan) dan bahan hukum sekunder (literatur ilmiah, jurnal, dan doktrin hukum) yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa malicious prosecution dalam perkara pengancaman pembunuhan dapat diidentifikasi melalui empat indikator utama, yaitu: tidak adanya bukti permulaan yang cukup, adanya motif non-yuridis (malice), penggunaan proses pidana sebagai alat tekanan, dan timbulnya kerugian nyata bagi terlapor. Pemanfaatan ancaman proses pidana untuk memperoleh keuntungan ekonomi atau hak secara melawan hukum tersebut memenuhi karakteristik yang mendekati tindak pidana pemerasan berdasarkan Pasal 482 UU No. 1 Tahun 2023. Lebih lanjut, penerapan asas due process of law mengharuskan aparat penegak hukum melakukan verifikasi motif pelaporan secara objektif dan menguji validitas alat bukti elektronik melalui forensik digital sejak tahap awal penyelidikan demi mencegah kriminalisasi yang tidak proporsional dan menegakkan asas praduga tidak bersalah.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: 22742011143
Uncontrolled Keywords: Malicious Prosecution, Pemerasan, Pengancaman Pembunuhan, Due Process of Law
Subjects: Skripsi UNIGORO > Prodi Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Prodi Hukum
Depositing User: BUNGA CANDRA 22742011143
Date Deposited: 27 Jul 2026 07:14
Last Modified: 27 Jul 2026 07:14
URI: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5445

Actions (login required)

View Item
View Item