Lutfiana, Lutfiana (2026) Integrasi Sosial Dalam Mewujudkan Kampung Pancasila (Studi Kasus Dusun Kwangenrejo Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro). Bachelor thesis, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (701kB)
BAB I.pdf
Download (415kB) | Preview
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (288kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (237kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V.pdf
Download (282kB) | Preview
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman agama di Dusun Kwangenrejo yang mampu mempertahankan kehidupan sosial yang harmonis di tengah perbedaan. Keberadaan Kampung Pancasila menjadi menarik untuk dikaji karena masyarakat telah hidup rukun sebelum penetapan Kampung Pancasila, sehingga penelitian ini berfokus pada bagaimana integrasi sosial masyarakat dalam mewujudkan Kampung Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk integrasi sosial masyarakat Dusun Kwangenrejo melalui perspektif teori integrasi sosial Emile Durkheim yang meliputi kesadaran kolektif, solidaritas mekanik, dan solidaritas organik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, Ketua RT, Babinsa, tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kementerian Agama, dan masyarakat Dusun Kwangenrejo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sosial masyarakat Dusun Kwangenrejo terwujud melalui tiga dimensi utama. Pertama, kesadaran kolektif tercermin dari kesamaan nilai, kepatuhan terhadap norma, komitmen menjaga kerukunan, serta rasa kebersamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat. Kedua, solidaritas mekanik terlihat melalui budaya gotong royong, saling membantu, kepedulian sosial, dan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan tanpa membedakan agama. Ketiga, solidaritas organik ditunjukkan oleh pembagian peran yang saling melengkapi antara pemerintah desa, Ketua RT, Babinsa, FKUB, Kementerian Agama, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan. Penelitian ini menemukan bahwa Kampung Pancasila bukan merupakan penyebab utama terbentuknya integrasi sosial, melainkan menjadi sarana yang memperkuat kesadaran kolektif, solidaritas sosial, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan yang telah berkembang di masyarakat sebelum penetapan Kampung Pancasila.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Additional Information: | 22632011075 |
| Uncontrolled Keywords: | Integrasi Sosial, Kampung Pancasila, Kesadaran Kolektif, Solidaritas Mekanik, Solidaritas Organik, Emile Durkheim. |
| Subjects: | Skripsi UNIGORO > Prodi Administrasi Publik |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Prodi Administrasi Publik |
| Depositing User: | LUTFI ANA 22632011075 |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 01:47 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 01:47 |
| URI: | https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5987 |
