Inovasi Pengelolaan Sampah Dengan Teknologi Pirolisis Dan Maggot Black Soldier Fly (Studi Kasus pada Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro)

Fina Ismiyatul Maula, Maula (2026) Inovasi Pengelolaan Sampah Dengan Teknologi Pirolisis Dan Maggot Black Soldier Fly (Studi Kasus pada Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro). Bachelor thesis, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (310kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (268kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (244kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (747kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (157kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (599kB)

Abstract

Pengelolaan sampah memerlukan inovasi yang tidak hanya mampu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan nilai guna dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di masyarakat. BSM-KH Desa Sendangharjo mengembangkan inovasi pengelolaan sampah melalui teknologi pirolisis pada program Si FATSOL dan budidaya Black Soldier Fly (BSF) pada program Si IMUT. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses difusi kedua inovasi tersebut berdasarkan teori Difusi Inovasi Rogers (2003). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lima atribut inovasi, yaitu Relative Advantage, Compatibility, Complexity, Trialability, dan Observability. Data diperoleh melalui wawancara terhadap sepuluh informan, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua inovasi memiliki karakter penerapan yang berbeda. Maggot BSF memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan maggot dan kasgot serta integrasinya dengan peternakan dan pertanian, sedangkan pirolisis memanfaatkan plastik residu menjadi bahan bakar cair. Keduanya sesuai dengan kebutuhan lokal, tetapi memiliki tuntutan pengelolaan yang berbeda. Maggot BSF lebih memungkinkan dikembangkan secara bertahap, sedangkan pirolisis memerlukan kesiapan teknologi dan kompetensi teknis yang lebih spesifik. Kedua inovasi dapat dipelajari melalui praktik, studi tiru, pelatihan, dan pendampingan serta hasil dan prosesnya dapat diamati. Terdapat bukti peniruan Maggot BSF, sedangkan replikasi pirolisis belum ditemukan. Dengan demikian, difusi inovasi di BSM-KH berlangsung secara kontekstual, bertahap, dan adaptif, tetapi belum menunjukkan adopsi yang merata. Keberlanjutan dan perluasan inovasi masih memerlukan penguatan kapasitas teknis, transfer pengetahuan, dukungan kelembagaan, dan partisipasi masyarakat.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: 22632011062
Uncontrolled Keywords: Inovasi Masyarakat, Pengelolaan Sampah, Pirolisis, Maggot BSF, BSM-KH, Difusi Inovasi
Subjects: Skripsi UNIGORO > Prodi Administrasi Publik
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Prodi Administrasi Publik
Depositing User: Fina Ismiyatul Maula 22632011062
Date Deposited: 14 Aug 2026 02:34
Last Modified: 14 Aug 2026 02:34
URI: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6039

Actions (login required)

View Item
View Item