Wendy Vio Lugianto, Lugianto (2026) Analisis Kinerja Lalu Lintas Ruas Jalan Lingkar Selatan (Ring Road) Tuban pada Kondisi Kerusakan Perkerasan Jalan (Sta 0+200 – Sta 17+100). Bachelor thesis, Sains dan Teknik.
ABSTRAK.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (267kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (727kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (584kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V.pdf
Download (308kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
Abstract
Jalan Lingkar Selatan (Ring Road) Tuban merupakan jalur logistik utama yang mengalami penurunan kualitas fungsional akibat tingginya volume kendaraan berat. Kerusakan fisik perkerasan jalan memaksa pengemudi untuk menurunkan kecepatan atau bermanuver, yang secara teoritis berpotensi menurunkan kinerja operasional lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perkerasan jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), menganalisis kinerja operasional lalu lintas mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, serta mengkuantifikasi pengaruh kondisi kerusakan jalan terhadap penurunan kecepatan kendaraan melalui pemodelan regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi fungsional perkerasan jalan memiliki nilai rata-rata PCI gabungan sebesar 56,73 yang termasuk dalam kategori Sedang (Fair). Nilai rata-rata pada Jalur A (Surabaya–Semarang) adalah 50,07, sedangkan Jalur B (Semarang–Surabaya) adalah 63,40. Evaluasi kinerja operasional mengindikasikan bahwa ruas jalan ini beroperasi dalam kondisi lengang tanpa masalah kemacetan volume, dengan nilai Derajat Kejenuhan (DJ) tertinggi hanya sebesar 0,144 (berada jauh di bawah ambang batas kritis DJ < 0,85). Akan tetapi, hambatan fungsional akibat kerusakan jalan menyebabkan reduksi kecepatan tempuh aktual (VMP) dari batas idealnya 76,44 km/jam menjadi 69,42 km/jam. Pengujian statistik membuktikan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kondisi perkerasan dan kecepatan tempuh. Untuk Jalur A, diperoleh nilai koefisien korelasi Pearson (r) sebesar 0,938 dengan Koefisien Determinasi (R²) sebesar 0,8798. Pada Jalur B, diperoleh nilai koefisien korelasi Pearson (r) sebesar 0,956 dengan Koefisien Determinasi (R²) sebesar 0,9139. Hal ini mengonfirmasi bahwa 87,98% (Jalur A) dan 91,39% (Jalur B) fluktuasi kecepatan kendaraan dipengaruhi secara langsung oleh tingkat kerusakan fisik permukaan jalan. Adapun sisa persentasenya (12,02% pada Jalur A dan 8,61% pada Jalur B) dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar model, meliputi kondisi tanah eksisting, stabilitas daya dukung tanah dasar (subgrade), perbedaan material, cuaca, tonase kendaraan, serta perilaku mengemudi (driver behavior).
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Additional Information: | 22222011016 |
| Uncontrolled Keywords: | Jalan Lingkar Tuban, Kerusakan Perkerasan, Kinerja Lalu Lintas, Pavement Condition Index (PCI), PKJI 2023, Regresi Linear. |
| Subjects: | Skripsi UNIGORO > Prodi Teknik Sipil |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknik > Prodi Teknik Sipil |
| Depositing User: | Wendy Vio Lugianto 22222011016 |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 02:00 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 02:00 |
| URI: | https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6315 |
