ALFINA AFANDA, AFANDA (2025) ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BERKELANJUTAN (Studi Kasus “HIPPAM” Desa Bumirejo Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro). [Skripsi] (Unpublished)
![[thumbnail of ABSTRAK.pdf]](https://repository.unigoro.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 December 2029.
Download (4MB)
![[thumbnail of Bab 1.pdf]](https://repository.unigoro.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
Bab 1.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2029.
Download (88kB)
![[thumbnail of bab 2.pdf]](https://repository.unigoro.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2029.
Download (230kB)
![[thumbnail of bab 3.pdf]](https://repository.unigoro.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2029.
Download (216kB)
![[thumbnail of Lampiran.pdf]](https://repository.unigoro.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2029.
Download (896kB)
![[thumbnail of bab 4.pdf]](https://repository.unigoro.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2029.
Download (567kB)
![[thumbnail of bab 5.pdf]](https://repository.unigoro.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
bab 5.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2029.
Download (84kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan sumber daya air berkelanjutan di Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pasokan air bersih di desa ini masih berada di bawah standar minimum yang ditetapkan dalam Permen PUPR No. 2 Tahun 2024, yakni 60 liter per orang per hari. Tingkat konsumsi air per kapita tergolong rendah, berkisar antara 0,004 m³ hingga 0,036 m³ per hari, sementara produksi air bersih di tingkat rumah tangga pun terbatas dengan rata-rata 1,5 m³ hingga 9,4 m³ per bulan. Penyediaan air melalui HIPPAM belum terintegrasi secara menyeluruh dan belum mencakup seluruh sumur milik warga. Keterbatasan ini semakin diperparah oleh kurangnya sistem pengelolaan air yang terorganisir, mengakibatkan masyarakat mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih, terutama saat musim kemarau. Sumur resapan memiliki potensi untuk mendukung konservasi air dengan mengembalikan sekitar 2,54% dari total kebutuhan air, tetapi jumlahnya masih belum mencukupi. Guna mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, diperlukan peningkatan kapasitas HIPPAM, pemanfaatan teknologi yang lebih efisien, perbaikan regulasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Dari total air yang dikeluarkan sebesar 10,29 m³, hanya 179,48 m³ yang dapat dikembalikan melalui sumur resapan. Untuk mengatasi defisit air, diperlukan tambahan 409 sumur resapan, sehingga keseimbangan sumber daya air dapat tercapai dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat dapat ditingkatkan secara optimal.
Kata Kunci : Ketersediaan air, Kekurangan air, Sumur terapan.
Item Type: | Skripsi |
---|---|
Additional Information: | 21222011129 |
Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Ketersediaan air, Kekurangan air, Sumur terapan. |
Subjects: | Skripsi UNIGORO > Prodi Teknik Sipil |
Divisions: | Fakultas Sains dan Teknik |
Depositing User: | Alfina Afanda 21222011129 |
Date Deposited: | 20 Mar 2025 07:43 |
Last Modified: | 20 Mar 2025 07:43 |
URI: | https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/1156 |