Women's Representation in Local Politics in Bojonegoro: Challenges and Strengthening Strategies through the 30% Quota Policy

Natasya Tafary, Tafary (2026) (2026) Women's Representation in Local Politics in Bojonegoro: Challenges and Strengthening Strategies through the 30% Quota Policy. Bachelor thesis, Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of ISI.pdf] Text
ISI.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya keterwakilan perempuan dalam politik lokal di Kabupaten Bojonegoro dan menganalisis strategi pemenuhan kuota 30%. Peneliti menggunakan analisis SWOT dan pendekatan strategi integratif. Dasar hukum penelitian ini adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik yang mengatur tindakan afirmatif untuk perempuan. Pelaksanaan di lapangan masih banyak kendala, baik dari segi struktur maupun budaya. Studi ini menggunakan metode kualitatif dan studi kasus, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis data sekunder. Keterwakilan perempuan terbukti sangat penting, kehadiran mereka memperkuat kualitas demokrasi lokal, memperluas agenda kebijakan publik, dan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih peka terhadap isu kesejahteraan sosial, perlindungan perempuan dan anak, serta pemberdayaan ekonomi. Tetapi, upaya memenuhi kuota 30% selama ini masih sebatas administratif. Representasi substantif belum benar-benar tercapai. Melalui analisis SWOT, peneliti menemukan kekuatan utama ada pada dasar hukum yang kuat dan keberadaan struktur organisasi perempuan di partai politik. Sementara itu, kelemahannya terletak pada proses kaderisasi yang lemah dan akses perempuan ke sumber daya politik yang masih terbatas. Dari sisi eksternal, terdapat peluang besar seiring naiknya kesadaran masyarakat soal kesetaraan gender. Meski begitu, budaya patriarki dan politik transaksional masih menjadi ancaman nyata. Kesimpulannya, strategi untuk memenuhi kuota 30% memerlukan pendekatan integratif. Perlu penguatan regulasi, reformasi internal partai, peningkatan kapasitas perempuan, dan perubahan budaya politik.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: 22632011100
Uncontrolled Keywords: Keterwakilan Perempuan; Politik Lokal; Kebijakan Kuota 30%; Kebijakan Afirmatif
Subjects: Skripsi UNIGORO > Prodi Administrasi Publik
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Prodi Administrasi Publik
Depositing User: Natasya Tafary 22632011100
Date Deposited: 24 Feb 2026 03:14
Last Modified: 24 Feb 2026 03:14
URI: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4355

Actions (login required)

View Item
View Item