Anggi Tri Nurhaliza, Anggi (2026) (2026) ANALISIS EFEKTIVITAS METODE EKSTRAKSI MICROWAVE DAN ULTRASONIK UNTUK EKSTRAKSI ANTOSIANIN BUNGA SEPATU SEBAGAI INDIKATOR KESEGARAN SUSU KEDELAI. Bachelor thesis, Sains dan Teknik.
ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (672kB)
BAB I.pdf
Download (229kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (753kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (250kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (933kB)
BAB V.pdf
Download (395kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (448kB)
Abstract
Bunga sepatu dikenal sebagai sumber alami antosianin yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan pH, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai indikator visual untuk mendeteksi kesegaran pangan, termasuk susu kedelai yang mudah mengalami kerusakan akibat aktivitas mikroba. Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan ekstraksi antosianin menggunakan metode MAE dan UAE untuk deteksi kesegaran susu kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pada kedua metode terhadap antosianin yang terekstrak, serta mengetahui film terbaik untuk deteksi kesegaran susu kedelai. Ekstraksi optimum pada metode MAE diperoleh pada waktu 210 detik dengan kandungan total antosianin sebanyak 13,4038 mg/L, sementara pada metode UAE didapatkan hasil antosianin optimum pada waktu pemaparan gelombang selama 9 menit dengan hasil total antosianin sebesar 5,32376 mg/L. Hasil ekstraksi antosianin yang diimobilisasi kedalam film indikator menunjukan perubahan warna dari yang sebelum dikontakkan merah menjadi hijau setelah dapat mendeteksi adanya kerusakan pada susu kedelai. Hal tersebut divalidasi oleh hasil absorbansi UV-Vis yang diperoleh pada rentang panjang gelombang 230-250, serta pergeseran panjang gelombang yang besar (efek batokromik) seiring bertambahnya konsentrasi. Pada analisis FTIR spektrum antosianin hasil ekstraksi MAE dan UAE menunjukkan pola serapan yang serupa, menandakan bahwa metode ekstraksi tidak mengubah struktur dasar antosianin. Setelah antosianin diimobilisasi ke dalam film PVA/kitosan, pita-pita khas antosianin (–OH, C=C aromatik, dan C–O) tetap teramati, namun mengalami pergeseran kecil dan perubahan intensitas akibat tumpang-tindih dengan gugus fungsi matriks polimer. Sementara pada analisis SEM menunjukkan film indikator hasil MAE memiliki morfologi permukaan yang lebih halus, kompak, dan homogen dibandingkan film UAE yang lebih kasar dan berpori, sementara analisis EDX dan FTIR menegaskan bahwa kedua film didominasi unsur karbon dan oksigen serta tidak menunjukkan pembentukan gugus fungsi baru, sehingga perbedaan sifat film terutama dipengaruhi oleh homogenitas distribusi antosianin dalam matriks.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Additional Information: | 22472011002 |
| Uncontrolled Keywords: | Antosianin Bunga Sepatu, MAE, UAE, Deteksi Kesegaran |
| Subjects: | Skripsi UNIGORO > Prodi Kimia |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknik > Prodi Kimia |
| Depositing User: | Anggi Tri Nurhaliza 22472011002 |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 02:33 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 02:33 |
| URI: | https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4487 |

