ANALISIS STRATEGI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN BOJONEGORO DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI WISATA MELALUI PINARAK BOJONEGORO

MEILINDA PUTRI HARIYONO, HARIYONO (2024) ANALISIS STRATEGI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN BOJONEGORO DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI WISATA MELALUI PINARAK BOJONEGORO. [Skripsi]

[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (186kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (417kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (562kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (249kB)

Abstract

Kabupaten Bojonegoro dalam memperkenalkan atau mempromosikan
wisata di wilayahnya adalah dengan istilah “Pinarak Bojonegoro”. Kata “Pinarak
Bojonegoro” merupakan sebuah istilah untuk memperkenalkan destinasi ataupun
kebutuhan investasi dan pariwisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro, meskipun
ada banyak objek wisata, ternyata belum ada yang disepakati sebagai ikon wisata
Bojonegoro.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengidentifikasi
bagaimana strategi pemerintahan daerah kabupaten bojonegoro dalam
mengembangkan industri wisata melalui pinarak bojonegoro. Metode penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Fokus dari penelitian
ini yaitu dengan menggunakan teori dari J. Winardi (2003) terkait strategi serta
melakukan analisis SWOT untuk menganalisis terkait Kekuatan, Kelemahan,
Peluang, serta Ancaman.
Hasil dari penelitian ini yaitu dari sisi Kekuatan (Strength), terkait strategi
pengembangan wisata di Kabupaten Bojonegoro di dukung melalui kegiatan
promosi kekayaan budaya salah satu contohya yaitu kegiatan Bojonegoro Thengul
International Folklore Festival (B-TIFF). Serta adanya kebijakan pemerintah
dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 4 Tahun 2020 Tentang
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2019-
2025. Kelamahan (Weekness) yaitu kurangnya promosi yang efektif sehingga target
Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata belum tercapai, serta kualitas SDM
yang belum memadai. Peluang (Opportunities) yaitu adanya koordinasi antar OPD
yang meningkatkan sinergi proyek wisata, Ancaman (Threet) yaitu tingginya
jumlah pengunjung pada wisata di sekitar Bojonegoro. Kabupaten Bojonegoro pada
tahun 2023 mencatatkan jumlah pengunjung sebesar 1.177.383 pengunjung, hal
tersebut menunjukkan bahwa Bojonegoro tertinggal jauh di belakang Kabupaten
Lamongan dan Kabupaten Tuban, yang masing-masing mencatat 4.901.035 dan
6.817.285 pengunjung. Strategi S-O (Strength – Opportunities), dalam
pengembangan wisata di Kabupaten Bojonegoro diterapkan adanya pengembangan
program pendidikan dan budaya serta penguatan promosi melalui event dan media
sosial meningkatkan daya tarik wisata. Strategi W-O (Weakness – Opportunities),
ditunjukkan dengan pengembangan organisasi pendukung wisata professional.
Strategi S-T (Strength – Threet), yaitu dengan diversifikasi produk wisata. Strategi
W-T (Weakness-Threat) melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial.

Item Type: Skripsi
Additional Information: 20.63201.1.066
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Analisis, Strategi, Industri Wisata
Subjects: Skripsi UNIGORO > Prodi Administrasi Publik
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Prodi Administrasi Publik
Depositing User: Pustakawan Perpustakaan Unigoro
Date Deposited: 20 Feb 2025 01:55
Last Modified: 20 Feb 2025 01:55
URI: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/520

Actions (login required)

View Item
View Item