Indah Novita Sari, Sari (2026) Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Kawasan Timur Indonesia : Peran IP-TIK, Akses Sanitasi, Kemiskinan. Bachelor thesis, Ekonomi.
ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
BAB I.pdf
Download (534kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (424kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (374kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (575kB)
BAB V.pdf
Download (301kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (351kB)
Abstract
Kualitas pembangunan manusia di Wilayah Indonesia Timur masih tertinggal dibandingkan dengan Wilayah Indonesia Barat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK), Akses Sanitasi, dan kemiskinan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 12 provinsi di Wilayah Indonesia Timur periode 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data panel yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Model terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM) berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IP-TIK berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap IPM (koefisien = 0,017082; p = 0,4096), sehingga peningkatan teknologi informasi dan komunikasi belum mampu meningkatkan pembangunan manusia secara signifikan. Akses Sanitasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM (koefisien = 0,076411; p = 0,0006), yang menunjukkan bahwa peningkatan akses sanitasi layak berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembangunan manusia. Kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM (koefisien = -0,188457; p = 0,0001), yang mengindikasikan bahwa peningkatan kemiskinan menurunkan kualitas pembangunan manusia melalui keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak. Secara simultan, IP-TIK, Akses Sanitasi, dan kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan nilai Adjusted R-squared sebesar 0,8273, yang berarti 82,73% variasi IPM dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan akses sanitasi dan pengentasan kemiskinan perlu menjadi prioritas kebijakan untuk meningkatkan pembangunan manusia di Wilayah Indonesia Timur.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Additional Information: | 22602011009 |
| Uncontrolled Keywords: | Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Pembangunan Informasi dan Komunikasi, Akses Sanitasi, Kemiskinan, Indonesia Timur |
| Subjects: | Skripsi UNIGORO > Prodi Ekonomi Pembangunan |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Prodi Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | indah novita 22602011009 |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 02:02 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 02:02 |
| URI: | https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5450 |
