Harya Yoga Dewantara, Dewantara (2026) Penyelesaian Wanprestasi dalam Perjanjian Layanan Digital Berbasis Langganan (Subscription Contract) dalam Perspektif Hukum Perjanjian. Bachelor thesis, Hukum.
ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (257kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (278kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (303kB)
BAB IV.pdf
Download (205kB)
Abstract
Pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya dalam pola konsumsi terhadap produk dan layanan. Perjanjian layanan berbasis langganan (subscription contract) pada umumnya dituangkan dalam bentuk perjanjian elektronik (e-contract) yang dibuat dan disepakati melalui media digital. Salah satu permasalahan yang sering muncul dalam hubungan kontraktual adalah wanprestasi yaitu keadaan di mana salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana yang telah diperjanjikan. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan filosofis. Sumber bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder dengan proses pengumpulan bahan hukum berupa studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa wanprestasi yang dilakukan penyedia layanan digital berbasis langganan (subscription contract) terhadap konsumen meliputi tidak dipenuhinya prestasi sama sekali, keterlambatan pemenuhan layanan, pelaksanaan prestasi yang tidak sesuai dengan isi perjanjian, serta pelaksanaan prestasi yang tidak sempurna. Wanprestasi tersebut dapat berupa tidak tersedianya akses layanan meskipun konsumen telah membayar, gangguan layanan berkepanjangan, perubahan fitur atau paket secara sepihak, penghapusan konten, pembatasan akses, hingga pengurangan manfaat layanan seperti penghangusan sisa kuota internet. Penyelesaian wanprestasi dalam layanan digital berbasis langganan (subscription contract) berdasarkan perspektif hukum perjanjian dapat dilakukan melalui jalur litigasi maupun non litigasi. Penyelesaian secara litigasi dimulai dari pemberian somasi kemudian dilanjutkan dengan pengajuan gugatan ke pengadilan apabila pihak yang wanprestasi tidak memenuhi kewajibannya. Penyelesaian non litigasi dilakukan melalui musyawarah dan kesepakatan para pihak karena dinilai lebih cepat, fleksibel, dan efisien dalam menyelesaikan sengketa layanan digital berbasis langganan.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Additional Information: | 24742012126 |
| Uncontrolled Keywords: | Wanprestasi, Layanan Digital, Subscription Contract |
| Subjects: | Skripsi UNIGORO > Prodi Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Prodi Hukum |
| Depositing User: | HARYA YOGA DEWANTARA 24.74201.2.126 |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 04:09 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 04:09 |
| URI: | https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6471 |
