PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN DEEPFAKE PORNOGRAFI BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM HUKUM INDONESIA

Siti Nur Hidayah, Hidayah (2026) (2026) PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN DEEPFAKE PORNOGRAFI BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM HUKUM INDONESIA. Bachelor thesis, Hukum.

[thumbnail of Lembaran ROMAWI SKRIPSI.pdf] Text
Lembaran ROMAWI SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (473kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (198kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (392kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (456kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (286kB)

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah memunculkan bentuk-bentuk kejahatan digital baru, salah satunya adalah deepfake pornografi. Kejahatan ini melibatkan manipulasi identitas wajah seseorang menjadi konten pornografi tanpa persetujuan, yang mengakibatkan pelanggaran serius terhadap privasi, martabat, reputasi, dan kesejahteraan psikologis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi hukum pornografi deepfake dalam sistem hukum Indonesia dan untuk meneliti bentuk-bentuk perlindungan hukum yang tersedia bagi korban. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan hukum dan konseptual, yang didukung oleh analisis preskriptif dan interpretatif dari materi hukum primer, sekunder, dan tersier. Temuan menunjukkan bahwa meskipun beberapa undang-undang, seperti Undang-Undang Pornografi, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, dan Undang-Undang tentang Kejahatan Kekerasan Seksual, dapat diterapkan untuk menuntut pelaku, Indonesia masih kekurangan regulasi spesifik dan komprehensif yang membahas kompleksitas teknis unik dari konten yang dihasilkan AI. Kesenjangan regulasi ini menyebabkan inkonsistensi dalam penegakan hukum dan gagal mengatasi penyebaran deepfake yang cepat dan tanpa batas, sehingga perlindungan korban sangat terbatas, terutama terkait pemulihan psikologis jangka panjang dan pemulihan reputasi digital yang kompleks. Studi ini menyoroti urgensi pembentukan kerangka hukum komprehensif yang berpusat pada korban yang mengintegrasikan pendekatan pidana, perdata, dan administratif dalam konteks global, dengan mengakui bahwa kerugian yang didorong oleh teknologi merupakan tantangan yang meluas dan transnasional yang dihadapi oleh sistem hukum di seluruh dunia.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: 22742011124
Uncontrolled Keywords: Deepfake Pornografi; Artificial Intelligence; Perlindungan Korban; Perlindungan Data Pribadi; Hukum Siber Indonesia
Subjects: Skripsi UNIGORO > Prodi Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Prodi Hukum
Depositing User: siti nur hidayah 22742011124
Date Deposited: 12 Feb 2026 02:08
Last Modified: 12 Feb 2026 02:08
URI: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4069

Actions (login required)

View Item
View Item